Kejari Tilamuta Ngamuk

Ir. Handoyo Sugiharto Kadis PU Kimraswil Boalemo, salah satu Koruptor yang disebut-sebut Kejari Tilamuta

Ir. Handoyo Sugiharto Kadis PU Kimraswil Boalemo, salah satu Koruptor yang disebut-sebut Kejari Tilamuta

Sampai saat ini kasus “Kejari Tilamuta Ngamuk” sudah memasuki tahap pemeriksaan dan pemanggilan dua saksi kunci terkait pemerasan yang dilakukan oleh Kepala Kejaksaan Negeri Tilamuta Ratmadi Saptondo. Pemeriksaan kedua saksi ini dilakukan secara tertutup oleh Kejaksaan Tinggi Gorontalo.

Keduanya adalah Ir. Handoyo Sugiharto, MM Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kimpraswil Kabupaten Boalemo yang disebut-sebut sebagai pengantar uang. Kemudian satunya lagi adalah Ir. Subandrio Umar, Kabid Fisik dan prasarana Bappeda Boalemo yang merekam percakapan telepon dirinya dengan Ratmadi. Subandrio yang merekam percakapan mengaku tak bermaksud menjebak. Namun perekaman dilakukan sebagai bukti permintaan Ratmadi untuk disampaikan pada atasannya. Sementara itu Handoyo membantah keras telah melakukan penyuapan. Kejati Gorontalo masih akan memeriksa lagi sejumlah saksi lainnya yang terkait dengan rekaman itu. Sedangkan rahmadi hingga saat ini belum pernah tampil di hadapan publik sejak rekaman pemerasannya tersebar.

Bagi SuaraBoalemo melihat kasus ini sangat lamban penanganannya dan seolah mengalihkan kasus saja. Substansi dari masalah tersebut malah dikaburkan, karena apa saja yang bikin ngamuk Pak Kejari belum ditindaklanjuti.

Boalemo adalah kota kecil yang hanya dikuasai oleh sekelompok orang pemegang kekuasaan itu sendiri. Rakyat dibelenggu oleh sistem kemunafikan seorang Bupati (ta’uwa). Lihatlah, rakyat Boalemo diagung-agungkan sebagai masyarakat termiskin di Indonesia dan dengan modal itu ta’uwa datang ke Jakarta melobi dana ini dan itu untuk mendapatkan dana besar yang kemudian bila mendapat bantuan dari Pusat hanya segepok saja untuk rakyat miskin. Maka Tidak heran para pejabat, seperti kepala-kepala dinas yang disebutkan dalam rekaman “kejari tilamuta ngamuk” tersebut sekarang jadi kaya-raya punya Mobil Mentereng lebih dari satu buah, pelesir PP luar daerah, dan Umrah sampai dua tiga kali hal yang biasa terjadi di Boalemo.

Sunggu memalukan, seperti misalnya Kepala Dinas Pendidikan (Kadiknas) Kabupaten Boalemo, yang baru terangkat jadi Kepala Dinas beberapa bulan lalu walaupun sebenarnya dilihat dari kepangkatan dan jabatan belum memenuhi syarat karena masih Gol.IIIc, sudah mempunyai tiga buah mobil baru.

Uang dari mana pak, jika tidak korupsi.

Informasi yang berhasi dihimpun dari masyarakat, sekarang saja sedang hangat dibicarakan bahwa Proyek Fisik Pembangunan Perpustakaan Daerah yang anggarannya kurang lebih 600juta dan programnya melekat di Diknas Boalemo, oleh Kadiknas tidak ditender dan hanya diberikan kepada seorang oknum PNS karena telah menyetor FEE 50juta. Terlebih lagi Anggaran DAK sekolah untuk 60 sekolah masing-masing 250juta pun dipotong 5juta per sekolah oleh Kadiknas.

Luaaarrr Biasaa.. Kadiknas tentu tidak bermain sendiri, disitu ada Inspektorat yang adik kandung Bupati Boalemo. Itulah satu contoh Kepala DInas yang disebut-sebut Kejari masuk dalam daftar. Maka kita semua berharap Kepolisian bisa menseriusi kasus ini, jangan cuma kajari yang diusut. begitu juga dengan KPK, segeralah turun ke daerah Boalemo, menindak tegas oknum-oknum pejabat yang terlibat KKN.

~ by suaraboalemo on November 10, 2008.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.